Jumat, 03 Februari 2012

Materi Pkn Kls XII Semester Ganjil


KEGIATAN BELAJAR   1

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

Standar Kompetensi
Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka

Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan Pancasila sebagai ideologi terbuka

Materi Pembelajaran
1.            Makna ideologi
2.            Proses perumusan dasar negara
3.            Fungsi pokok Pancasila
4.            Pancasila sebagai ideologi terbuka

Indikator
1.            Mendeskripsikan makna ideologi negara
2.            menjelaskan proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara
3.            Menguraikan fungsi pokok Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara
4.            Membedakan ideologi terbuka dan ideologi tertutup
5.            Mendeskripsikan makna Pancasila sebagai ideologi terbuka

Alokasi Waktu
4 jam pelajaran x 45 menit

Sarana Belajar
1.            Buku Kewarganegaraan SMK kelas XII
2.            Referensi lain yang relevan dengan materi


Tujuan Kegiatan Belajar
1.            Mendeskripsikan Pancasila sebagai ideologi terbuka
2.            Menganalisi Pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembangunan
3.            Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka





URAIAN MATERI

A.   Makna Pengertian Ideologi

1.            Ideologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Idein yang berarti melihat atau gagasan, dan logia yang berarti ajaran atau ilmu. Jadi ideologi adalah ajaran tentang gagasan yang disusun secara sistematis dan menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya.
2.            Pengertian ideologi secara umum adalah suatu kumpulan gagasan, ide, keyakinan dan kepercayaan yang bersifat sistematis yang berorientasi pada tingkah laku seseorang dalam berbagai bidang kehidupan diantaranya bidang kehidupan politik, hukum, hankam,sosbud dan keagamaan.
3.            Berikut ini adalah pendapat dari beberapa tokoh tentang ideologi antara lain :
a.    Soejono Soemargono
Ideologi adalah bebapa gagasan, ide, dan kepercayaan yang sistematis yang berhubungan dengan politik, sosial, budaya, dan agama.
Ada 3 ideologi yang pernah dan sedang berkembang di dunia, yakni :
1.    Liberalisme, merupakan falsafah/ideologi yang mengajarkan bahwa manusia adalah segala-galanya memiliki hak hidup yang tinggi, serta hak kebebasan (arti luas )penuh.
2.    Marxisme, yaitu falsafah atau ideologi kaum komunis yang diciptakan oleh Karl Marx, dan merupakan reaksi dari dampak negatif kapitalisme dan liberalisme, yakni kemiskinan dan tertindasnya kaum buruh.
3.    Pancasila, yaitu ideologi yang hanya dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pancasila bukan paduan falsafah-falsafah dari luar dan bukan diciptakan oleh seseorang. Ideologi Pancasila meupakan suara hati nuarani (jati dii) manusia/masyarakat dan bangsa Indonesia.

b.    Alfian
Menurut Alfian kekuatan ideologi tergantung kepada kualitas tiga dimensi yaitu :
1.            Dimensi Realita : nilai-nilai dasar yang terkandung dalam ideologi tersebut ,yang bersumber dai budaya masyarakat tersebut.
2.            Dimensi idealisme : ideolgi yang memiliki nilai-nilai dasar yang mengandung idealisme menuju masa depan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari
3.            Dimensi Fleksibilitas : ideologi yang memotivasi pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tanpa mengingkari nilai jati diri atau nilai dasar ideologi tersebut.

c.    Patrick Corbertt
Ideologi adalah merupakan struktur kejiwaan yang disusun oleh keyakinan dari :
1.         Masyarakat dan pengorganisasiannya
2.         Sifat dasar manusia dan semua yang hidup di alam ini
3.         Keyakinan itu bersifat independen
4.         Keyakinan itu dibenarkan oleh sekelompok orang yang bersifat sosial

d.    Padmo Wahyono
Ideologi adalah suatu kesatuan yang bulat dan utuh dari ide-ide dasar. Ideologi juga merupakan falsafah hidup bangsa beupa sepengkat tat nilai dalam kehidupan berkelompok.

e.    Franz Magnis Suseno
Ideologi adalah sistem pemikiran yang terdiri atas ideologi tertutup dan ideologi terbuka.
Ideologi tertutup adalah ajaran /pandangan dunia/fisafat yang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial yang ditetapkan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus diterima sebagai sesuatu yang sudah jadi dan harus dipatuhi.
Contoh Ideologi tertutup adalah :
Ideologi Facis
Ideologi yang pengorganisasian pemerintah/penguasa dan masyarakat secara totaliter oleh kediktatoran suatu partai nasionalis, rasialis,militeri dan impeialis.
Ideologi Komunis
Ideologi yang merupakan penerapan ajaran sosialis radikal marxisme-leninisme.
Ideologi Agama
Ideologi yang bersumber pada falsafah agama yang termuat dalam kitab suci.

Ideologi terbuka adalah hanya berisi orientasi dasar,sedangkan penerjemahannya ke dalam tujuan-tujuan dan noma-norma sosial politik selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan nilai dan prinsip moral yang berkembang di masyarakat.
Contoh Ideologi terbuka
Ideologi Liberalisme
Ideologi yang menonjolkan kebebasan hak asasi manusia secara penuh.
Ideologi Pancasila
Ideologi yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila yang terdapat pada sila-sila Pancasila.
B.   Proses Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
Sebagai tindak lanjut janji kemedekaan pada tanggal 1 Maret 1945 Jepang mengumunkan akan dibentuknya BPUPKI ( Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemedekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Coosakai. Akhirnya BPUPKI dilantik tanggal 28 Mei 1945. Kemudian  BPUPKI mengadakan Sidang I tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945 yang membahas tentang rumusan asas dasar negara Indonesia.
Ada tiga usulan rumusan mengenai dasar negara, yaitu :
1.            Mr. Moh. Yamin ( 29 Mei 1945 )
Mengemukakan lima dasar negara secara lisan,yaitu sabagai berikut :
a.    Perikebangsaan
b.    Perikemanusiaan
c.    Periketuhanan
d.    Perikerakyatan
e.    Kesejahteraan Rakyat
Mengemukakan lima dasar negara secara tulisan,yaitu :
a.   Tuhan Yang Maha Esa
b.   Kebangsaan persatuan Indonesia
c.   Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
d.   Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam    permusyawaratan /perwakilan
e.   Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

2.            Mr. Soepomo ( 31 Mei 1945 )
Mr. Soepomo mengemukakan lima dasar negara yang berisi :
a.    Paham negara persatuan
b.    Perhubungan negara dan agama
c.    Sistem dan permusyawaratan
d.    Sosialisme negara
e.    Hubungan antarbangsa

                  3.         Ir. Soekarno ( 1 Juni 1945 )
                              Usulan yang dipaparkan oleh Ir. Soekarno , yaitu :
a.      Kebangsaan Indonesia
b.      Internasionalisme atau peikemanusiaan
c.      Mufakat atau demokrasi
d.      Kesejahteraan sosial
e.      Ketuhanan yang berkebudayaan
Pada kesempatan itu pula, Ir. Sooekarno menyebutkan kelima dasar itu dengan sebutan Pancasila


Kemudian BPUPKI membentuk panitia kecil. Panitia kecil tersebut terdiri atas :
1.            Ir. Soekarno
2.            Drs. Moh. Hatta
3.            K.H. Wachid Hasim
4.            Mr. A.A Maramis
5.            Abdul Kahar Muzakar
6.            Abikoesno Tjokrosoejoso
7.            H. Agus Salim
8.            Mr. Achmad Soebardjo
9.            Mr. Muh. Yamin
Dikarenakan jumlah panitia kecil itu hanya berjumlah sembilan orang , maka disebut dengan Panitia Sembilan. Panitia Sembilan tersebut bertugas menampung saran-saran, usul-usul, dan konsepsi-konsepsi para anggota yang diminta oleh ketua untuk diserahkan melalui sekretariat.
Pada tanggal 22 Juni 1945 sidang itu menghasilkan suatu piagam yang disebut dengan Piagam Jakarta atau Jakarta Charter.
Adapun isi dari Piagam Jakarta adalah sebagai berikut :
  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat agama Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan alam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pernyataan tersebut membuat masyarakat Indonesia bagian timur yang khususnya bukan pemeluk agama Islam merasa keberatan dengan pernyataan tersebut. Kemudian masalah tersebut dimusyawarahkan oleh Bung Hatta dengan tokoh-tokoh Islam, seperti K.H. Wachid Hasyim, Tengku Moh. Hasan dan Ki Bagus Hadikusumo. Kemudian mereka menggantinya menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa “ Adapun rumusan Pancasila sebagai Dasar Negara yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai rumusan Pancasila yang sah dan benar adalah sebagai berikut
1.            Ketuhanan Yang Maha Esa
2.            Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.            Persatuan Indonesia
4.            Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusayawaratan perwakilan
5.            Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


C.   Fungsi Pokok Pancasila

Pancasila adalah suatu ideologi yang diangkat dari nilai-nilai budaya,nilai moral dan nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia jauh sebelum negara Indonesia terbentuk. Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia.
Adapun fungsi pokok Pancasila adalah sebagai berikut ;
a.            Pancasila sebagai ideologi nasional
Artinya nilai-nilai yang diyakini kebenaran dan kebaikannya, dapat diwujudkan dan dilaksanakan, dan sebagai ideologi yang terbaik.Ideologi yang tidak bersifat kaku dan tertutup melainkan bersifat reformatif, dinamis, dan terbuka.
b.            Pancasila sebagai dasar negara Indonesia
Artinya Pancasila merupakan dasar niali serta norma untuk mengatur penyelenggaraan negara.Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum dan sebagai sumber kaidah hukum negara.
c.            Pancasila sebagai ideologi negara dan bangsa
Artinya Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai budaya serta nilai religious yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk Negara, dan bukan diangkat dari ideology Negara lain.
d.            Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
Artinya pandangan hidup masyarakat tercermin dalam kehidupan Negara, yaitu pemerintahan yang terikat oleh kewajiban konstitusional
e.            Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia
Artinya sikap mental, tingkah laku dan segala perbuatan bangsa Indonesia mempunyai cirri yang khas yang membedakan dengan Negara lain.
f.             Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia
Artinya Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia, hal ini tercermin dalam proses penyusunannya yang mengalami beberapa perubahan, dan akhirnya disepakati oleh 21 anggota PPKI seta disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 yang merupakan kesepakatan luhur dari rakyat Indonesia yang harus dijunjung tinggi keberadaannya.

D.   Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideology dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan dilaksanakan baik secara personal maupun nasional,yang dalam pelaksanaannya harus bersifat terbuka, luwes, fleksibel, tidak kaku, dan tidak tertutup.Pancasila sebagai ideology terbuka adalah ideology yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa mengubah nilai dasarnya.
Pancasila senantiasa menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama berorientasi ke masa depan dalam menghadapi tantangan di era globalisasi. Pada dasarnya bangsa Indonesia tidak dapat menutup diri dari dampak globalisasi yang tentunya ada yang positif bahkan ada pula yang negative. Pancasila sebagai ideology terbuka harus dijadikan sebagai filterisasi di dalam menghadapi dampak-dampak negative dari budaya atau peradaban asing yang masuk ke Indonesia, karena ideology Pancasila diambil dari nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Dalam hal hubungannya dengan ideology-ideologi Negara yang lain, Pancasila sebagai filterisasi dalam arti :
·         Penangkal masuknya ideology asing yang bertentangan dengan Pancasila
·         Penyaring masuknya ideology asing yang membahayakan ideology  Pancasila
·         Komplementasi bagi ideologi –ideologi yang ada di dunia

Batas-batas keterbukaan ideology Pancasila adalagh sebagai berikut :
1.    Stabilitas yang dinamis
2.    Larangan terhadap ideology marxisme, leninisme, dan komunisme
3.    Mencegah berkembangnya faham liberalism
4.    Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan masyarakat
5.    Penciptaan norma-norma baru harus melalui consensus

Berkaitan dengan Pancasila sebagai ideology terbuka , ada tiga dimensi dalam ideology, yaitu :
1.    Dimensi Realitas
Adalah bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung dalam ideology bersumber dari nilai-nilai riil (kenyataan) di masyarakat.
Nilai-Nilai Dasar yang ada dalam Pancasila itu adalah :
·         Nilai Ketuhanan
·         Nilai Kemanusiaan
·         Nilai Persatuan
·         Nilai Kerakyatan
·         Nilai Keadilan
2.    Dimensi Idealisme
Adalah suatu ideology yang mengandung cita-cita (harapan-harapan yang logis) yang lebih baik yang ingin dicapai. Kedua dimensi ini saling berkaitan, suatu ideology dasar (realita) sekaligus merupakan tujuan yang ingin diwujudkan.
3.    Dimensi Fleksibilitas
Adalah bahwa suatu ideology memungkinkan berkembang sesuai dengan perubahan zaman.Pancasila memungkinkan untuk menerima pemikiran-pemikiran baru tanpa harus mengubah nilai dasar Pancasila.

E.   Pancasila Sebagai Sumber Nilai

Pancasila sebagai ideology Negara tercantum dalam Tap. MPR No.XVIII/MPR/1998 dan Tap. MPR RI No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila ( Eka Prasetya Pancakarsa ).
Pancasila yang terdiri atas lima dasar mempunyai nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila-silanya. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila.Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila itu tidak diragukan lagi ketinggiannya karena Pancasila bagi bangsa Indonesia memiliki kedudukan sebagai filsafat bangsa, dasar Negara NKRI dan ideology Negara.
Pancasila merupakan sumber nilai dalam berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai itu tidak cukup hanya diakui ketinggiannya, tetapi harus menjadi kenyataan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum nasional yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan sumber moral memiliki nilai-nilai moral yang harus kita pahami dan kita amalkan.
Nilai-nilai Pancasila tersebut adalah sebagai berikut :
1.    Nilai dasar , merupakan nilai-nilai dasar yang terkandung pada kelima sila Pancasila.
2.    Nilai Instrumental, merupakan arahan, kebijakan, strategi ,sasaran serta berbagai pelaksanaannya.
3.    Nilai Praktis, merupakan realisasi nilai yang sesungguhnya kita laksanakan yang bersifat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai dibagi menjadi tiga menurut Prof. Drs. Notonegoro , S.H , yaitu sebagai berikut :
1.    Nilai Material : yang berupa benda untuk memenuhi kebutuhan materil
2.    Nilai Vital : segala sesuatu yang berguna bagi hidup manusia
3.    Nilai kerohanian : yang berguna bagi rohani manusia. Nilai kerohanian dibagi 4 macam yaitu :
a.    Nilai kenyataan ( kebenaran ), yang bersumber pada unsur akal manusia. ( ratio, budi, dan cita )
b.    Nilai keindahan ( estetika ), yang bersumber pada unsur rasa manusia
c.    Nilai kebaikan / moral yang bersumber pada kehendak/kemauan manusia
d.    Nilai religius/ketuhanan yang bersumber pada kepercayaan/keyakinan yang tertinggi dan mutlak


Pancasila yang kedudukannya sebagai sumber nilai secara umum dapat dikaji dalam uraian berikut :
1.    Ketuhanan Yang Maha Esa
·         Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
·         Kesadaran untuk mengakui dan memperlakukan sesame pemeluk agama dan penganut kepercayaan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan yang sama derajatnya, yang sama hak dan kewajibannya
·         Mencerminkan adanya saling pengertian, saling menghargai dan menghormati serta adanya suansan kekeluargaan, kedamaian, ketentraman dan persahabatan dalam hidup bersama
·         Menjaga sikap pengendalian diri, tidak mementingkan diri sendiri, menjaga keseimbangan dan kebahagiaan bersama
2.    Kemanusiaan yang adil dan beradab
·         Manusia diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang sama derajatnya, hak dan kewajiban asasinya tanpa membedakan suku, keturunan, agama dan kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan social, warna kulit dan sebagainya.
·         Dalam berhubungan dengan manusia lain bersikap dan berperilaku dengan menggunakan  kemampuan kodratnya, cipta, rasa dan karsanya.
3.    Persatuan Indonesia
·         Meningkatkan sikap persatuan dan kesatuan untuk menjaga eksistensi bangsa, dan untuk menghadapi berbagai permasalahan
·         Mempunyai cara pandang bangsa dalam menghadapi segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) yang dikenal dengan Wawasan Nusantara yang sesuai UU No.20 Tahun 1982
4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
·         Menjunjung tinggi mufakat yang dicapai dengan musyawarah
·         Menerapkan kedaulatan rakyat atau demokrasi dalam segala segi kehidupan
5.    Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
·         Memajukan kesejahteraan umum, mewujudkan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
·         Kemakmuran perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan, demokrasi ekonomi dan kemakmuran bagi semua rakyat

F.    Pancasila Sebagai Paradigma Pembanguanan

Kata paradigma mengandung arti model,pola, atau contoh.Menurut Prof.H.A.R. Tilaar.M.Sc.Ed, paradigm adalah suatu model penelitian, atau model berpikir oleh sekelompok manusia di dalam melihat perkembangan.
Kata pembangunan dapat diartikan secara sederhana adalah serangkaian kegiatan yang mengarah pada perubahan tata nilai yang lebih baik atau lebih maju atau suatu proses perubahan yang terus menerus menuju kemajuan dan perbaikan kea rah tujuan yang dicita-citakan
Pancasila sebagai paradigma pembangunan bangsa dan Negara berarti harus mampu menyesuaikan  dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir dan harus mampu membangun manusia Indonesia seutuhnya yakni mebangun manusia Indonesia, baik dari segi materiil maupun dari segi spiritual.
Bidang materiil adalah membangun dari segi poleksosbudhankam.
Bidang spiritual adalah menumbuhkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Dengan demikian Pancasila sebagai sumber inspirasi, penggerak dan pendorong dalam pembanguan, sumber ketahanan nasional dan pembimbing moral semua pihak yang terkait.
Faktor yang paling menentukan dalam setiap usaha pembangunan adalah factor manusia sebagai pelaksana dan bagian dari perwujudan rencana-rencana pembangunan.
Asas umun dalam penyelenggaraan pembangunan adalah :
·         Asas kepastian hokum
·         Asas tertib
·         Asas kepentingan umum
·         Asas keterbukaan
·         Asas proporsional
·         Asas profesionalitas
·         Asas Akuntabilitas

G.   Sikap positif terhadap Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Sikap positif seharusnya kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi atau personal maupun dalam kehidupan nasional.
Sikap positif yang dapat dikembangkan sebagai pelaksanaan nilai-nilai moral Pancasila diantaranya sebagai berikut :
1.    Disipilin : selalu menghargai waktu, selalu bekerja secara tuntas dan bertanggung jawab, biasa mematuhi tata tertib dan menjaga ketertiban umum dan lingkungan bekerja.
2.    Rasa hormat : selalu menghormati guru, orang tua, pejabat, selalu menghindarkan diri dari melecehkan orang lain.
3.    Berani mengambil resiko : bila melakukan pekerjaan yang beresiko tinggi, selalu bereksperimental terhadap berbagai tantangan hidup maupun keimanan, biasa melakukan  sesuatu pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan disiplin, selalu mengusahakan keberhasilan dalam menghadapi kehidupan di masa depan.
4.    Pengendalian diri : terbiasa bersikap bertindak melaksanakan suatu pekerjaan dengan cermat dan hati-hati sehingga menghasilkan pekerjaan yang baik, menghindarkan sikap lupa diri dan tergesa-gesa, mempunyai kesabaran yang tinggi, mampu mengekang emosi.
5.    Cerdas : terbiasa berupaya untuk menjadi orang yang cerdas, menghindarkan sikap suka meremehkan kemampuan orang lain, menyenangi berpikir dengan nalar, selalu menggunakan akal dan segala daya dalam menghadapi tantangan.
6.    Bertanggung jawab : biasa menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu, menghindari sikap ingkar janji, biasa mengerjakan tugas sampai selesai.
7.    Berpikir matang : biasa bertanya kalau tidak tahu/tidak jelas, tidak tergesa-gesa dalam bertindak,biasa meminta pendapat.
8.    Dinamis : biasa bergerak lincah, berpikir cedas dan pandai mengisi waktu luang, biasa berbuat yang lebih untuk meningkatkan prestasi.
9.    Berkemauan keras : biasa  memiliki kemauan keras dan kuat serta rajin belajar, berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita.
10. Kreatif : biasa mempergunakan / mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat, biasa membuat ide yang baru.
11. Rasa percaya diri : sering menunjukkan sikap dan perilaku mantap dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari dan tidak mudah terpengaruh dengan ucapan / perbuatan orang lain.

Contoh sikap atau perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila adalah sebagai berikut :
  1. Di lingkungan keluarga
a.    Sikap saling menghargai antara anggota keluarga
b.    Melaksanakan pembagian tugas kerja dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab
c.    Menjaga nama baik keluarga serta mengembangkan rasa  kasih saying antara anggota keluarga
d.    Menjunjung tinggi nasihat orang tua
e.    Setiap anggota keluarga melaksanakan kewajibannya
f.     Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur keluarga dengan penuh ketulusan sehingga terbina suasana keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.
  1. Di Lingkungan Sekolah
a.    Adanya harmonisasi antara semua warga sekolah
b.    Berani mengemukakan pendapat jika merasa pendapatnya positif
c.    Mematuhi tata tertib dan peraturan sekolah
d.    Menghormati bapak dan ibu guru
e.    Tidak menyakiti perasaan teman
f.     Membantu teman yang sedang mengalami musibah, baik moral maupun material
g.    Menjunjung tinggi kesopanan dalam pergaulan antar temen di sekolah
  1. Di Lingkungan Masyarakat
a.    Senantiasa membina  kerukunan diantara tetangga
b.    Senantiasa semua permasalahan di antara tetangga diselesaikan dengan baik
c.    Menjaga nama baik lingkungan warga
d.    Menjaga kenyamanan serta kebersihan lingkungan
e.    Menghindari perbuatan-perbuatan tercela
f.     Berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan di masyarakat
g.    Membantu korban bencana alam
h.    Membantu tetangga yang terkena musibah
i.      Giat mengikuti system keamanan lingkungan
j.      Menggalang kegiatan social
k.    Musyawarah dan gotong- royong dalam membangun sarana umum
  1. Di Lingkungan Bangsa dan Negara
a.    Menjadi warga Negara yang taat beribadah
b.    Taat hokum dan bertanggung jawab
c.    Memiliki jiwa patriotism dan nasionalisme
d.    Mengutamakan kepentingan bersama atau bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi atau golongan
e.    Memiliki wawasan kebangsaan dan nusantara serta bela Negara

UJI  KOMPETENSI


Berilah tanda silang pada salah satu huruf di depan jawaban yang tepat  !
  1. Sila pertama pada Pancasila menunjukkan adanya …
a.    Keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
b.    Pengakuan terhadap martabat manusia
c.    Pengakuan terhadap beragamnya suku bangsa
d.    Pengakuan terhadap warga Negara
e.    Cinta akan kemajuan serta pembangunan


  1. Sila kelima merupakan pengakuan adanya keadilan social di bidang …
a.    Ipoleksos                                                 d.         ipoleksosbud
b.    Hankam                                                   e.         ipoleksosbudhankam
c.    Sosbud
  1. Pada sila ketiga, menunjukkan adanya pengakuan terhadap beragamnya serta perbedaan suku bangsa dan budaya. Bagi bangsa Indonesia budaya daerah merupakan …
a.    Ciri khas suatu golongan
b.    Contoh suatu golongan mayoitas
c.    Pengakuan adanya golongan minoritas
d.    Sebagai akar budaya nasional
e.    Merupakan wakil-wakil daerah
  1. Pengakuan terhadap pengertian manusia yang beradab, terdapat pada sila :
a.    Kesatu                                         d.         keempat
b.    Kedua                                          e.         kelima
c.    Ketiga
  1. Apabila jiwa kesetiakawanan social digabungkan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara maka …
a.    Akan dapat melahirkan kekuatan
b.    Mempercepat laju pembangunan
c.    Menjadikan orang suka begantung pada pihal lain
d.    Dapat menghilangkan pengangguran dan kemiskinan
e.    Mendidik orang suka memperhatikan orang lain
  1. Dalam demokrasi liberal, hokum untuk melindungi kepentingan …
a.    Individu                                        d.         mayoritas
b.    Kelompok                                                e.         bersama
c.    Minoritas
  1. Hukum untuk menjunjung tinggi keadilan dan keberadan individu serta masyarakat , merupakan gambaran ideology berhaluan demokrasi …
a.    Liberalism                                   d.         Pancasila
b.    Komunisme                                e.         marxisme
c.    Sosialisme
  1. Ekonomi pada Negara yang berhaluan liberal lebih mengarah kepada system …
a.    Kolektivitas                                  d.         Separatisme
b.    Monopolisme                              e.         Responsibiliti
c.    Kebersamaan
  1. Di bawah ini merupakan sumber nilai dasar Pancasila dalam paradigma, kecuali …
a.    Nilai ketuhanan                         d.         Nilai kerakyatan dan keadilan
b.    Nilai kemanusiaan                    e.         Nilai kebersamaan
c.    Nilai persatuan
  1. Pancasila merupakan arahan, kebijakan, strategi, dan sasaran dalam berbagai pelaksanaan pembangunan, artinya Pancasila memiliki nilai..
a.    Praktis                                          d.         Vital
b.    Dasar                                           e.         Ketuhanan
c.    Instrumental
  1. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila secara konsisten dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari di berbagai bidang kehidupan,baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, sekolah, berbangsa dan bernegara bahkan kehidupan internasional. Dalam hal ini Pancasila memiliki nilai …
a.    Praktis                                          d.         Vital
b.    Dasar                                           e.         Ketuhanan
c.    Instrumental
  1. Di bawah ini merupakan nilai kerohanian menurut Drs. Notonegoro S.H., kecuali …
a.    Nilai kenyataan/kebenaran
b.    Nilai keindahan/estetika
c.    Nilai kebaikan/moral
d.    Nilai religius/ketuhanan
e.    Nilai material/kebendaan
  1. Susunan kelima sila Pancasila dalam Pancasila itu menunjukkan suatu rangkaian urutan yang berjenjang/bertingkat merupakan sifat Pancasila yang …
a.    Praktis                                          d.         piramidal
b.    Manunggal                                 e.         fleksibel
c.    Sistematis
  1. Suatu asumsi dasar yang teoitis, yang umum sehingga menjadi sumber hokum, metode, dan penerapan ilmu yang menentukan sifat, ciri, dan karakter ilmu pengetahuan itu sendiri disebut …
a.    Cita-cita                                       d.         ilmu
b.    Pandangan                                 e.         teknologi
c.    Paradigma
  1. Paradigma adalah cara pandang, nilai-nilai,metode,prinsip dasar atau memecahkan suatu masalah oleh suatu masyarakat pada masa itu. Pernyataan tersebut pendapat dari …
a.    Al Marsudi                                   d.         Aristoteles
b.    Thomas Khun                            e.         Buku The Strukture of                                       
c.    Notonagoro                                             Scientific Revolution




Selamat Bekerja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar